Pagi buta masih menyelimuti dusunku, dinginnya malam belum pula sirna, azan subuh dari musholla dusunku baru selesai berkumandang, aku melaksanakan sholat subuh berjamaah di musholla tersebut, selesai sholat aku memohon kepada Yang Maha Kuasa, tentu saja memohon yang terbaik dalam perantauanku kelak. Hatiku terasa hening, sehening pagi ini, dalam lamunanku sambil berjalan kembali ke gubukku, sesosok bayangan berjalan tergopoh-gopoh menuju rumahku, aku sangat terkejut, bayangan yang tidak jelas itu mulai nampak di bawah sinar lampu tempel di dinding rumahku, ternyata beliau adalah pamanku.
Beliau inilah yang akan membawaku untuk merantau ke kota, sebelum pamanku mengetuk pintu, aku langsung memanggil paman dari arah belakang pamanku. “Paman, paman, tunggu paman, ini aku, AlGhozali paman!” panggilku dengan nada yang tidak terlalu keras. Pamanku pun terkejut mendengar teriakanku, beliau kira aku ini siapa. “Eh kamu Li, paman kira siapa? bikin paman terkejut saja, habisnya kamu tiba-tiba datang dari belakang paman.” Dengan nada sedikit terkejut paman menjawab panggilanku.
“Heee, maafkan Al-Ghozali paman, paman terkejut ya? Aku baru pulang dari sholat subuh berjamaah di musholla paman, aku juga terkejut melihat sesosok bayangan yang tidak jelas, aku kira orang jahat, atau orang yang mau maling, ketika sampai di depan rumahku, ternyata itu paman.” Dengan jelas aku menuturkannya. “Oh, iya iya, tidak apa apa Li, paman mau menjemput kamu Li, kan pagi ini kita akan berangkat ke kota, kamu lupa ya Li?” pamanku memberitahukan maksud dan tujuannya ke rumahku pagi-pagi sekali.
“Waduh, iya paman, Zali lupa, pagi ini kita akan bersama-sama berangkat ke kota, habisnya aku memikirkan kejadian sore tadi paman, jadi aku ngelamun dech”. Aku mencari-cari alasan. “Ya sudah, ayo siap-siap, sudah dibereskan semua kan bekal buat di kota, tidak usah bawa barang banyak-banyak, repot nanti dalam perjalanannya, nanti Zali juga yang repot.” Pamanku menjelaskannya dengan mendetail. “Iya paman Zali mengerti, ini aku hanya bawa beberapa potong pakaian dan sedikit bekal buat dalam perjalanan kita paman,” Jawabku dengan singkat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar