DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Minggu, 12 Januari 2020

BAB V Pengadilan yang Menegangkan (Bagian 1)


Nampak kesibukan di kantor kepolisian tersebut, rupanya tim khusus sudah menemukan titik terang kasusnya. Motifnya sudah teruangkap, dan ternyata kedua preman tersebut benar-benar pelaku kejahatan yang selama ini mengemparkan dan mengegerkan dusunku di sekitarnya.

Sudah banyak korbannya, namun selama ini mereka lolos, karena petugas kepolisian tidak mempunyai bukti yang kuat untuk menahan dan memenjarakan mereka. Ternyata mereka juga punya pengacara yang handal, pengacara yang mampu membalikkan fakta, kedua preman tersebut juga sangat licik, sehingga selama ini perbuatannya tidak di endus oleh petugas kepolisian.

Namun, tim khusus sudah melengkapi berkas-berkasnya, berkas reka ulang juga sudah disertakan, berkas tersebut sudah siap untuk dilimphakan ke kejaksaan untuk ditindaklanjuti dan menggelar sidang perkaranya. Pihak kejaksaan sudah menerima berkas tersebut, dan persyaratannya sudah lengkap sehingga tidak ada lagi hal yang akan menghalangi untuk ditundanya pengadilan tersebut. Pihak kejaksaan pun sudah menjadwalkan sidang perdananya yaitu minggu depan pada hari senin.
____<<<>>>____

“Adik, sudah siapkah untuk menjadi saksi di persidangan nanti?” Ketua tim khusus bertanya kepadaku. “Insya Allah siap pak, demi tegaknya keadilan dan demi damainya kembali dusun kami aku siap dan rela berkorban apapun yang terjadi.” Kataku dengan tegas dan penuh keyakinan. “Kami akan terus melakukan pengawalan yang ketat kepada adik sampai kasus ini benar-benar selesai, jadi nanti adik tidak usah sungkan-sungkan apabila ada apa-apa, adik harus melapor.” Ketua tim khusus penyelidikan menjelaskan kembali.

Akupun siap dan mengiyakan nasihat dan kata-kata pak polisi tersebut. Memang aku harus hati-hati, karena bisa saja kedua preman itu menyewa seseorang untuk menghalangi aku untuk bisa datang menjadi saksi pada pengadilannya. Rumahku selalu dijaga oleh satu petugas polisi untuk jaga-jaga, dan kemana-mana pun pihak kepolisian selalu menyiapkan orangnya untuk menjaga aku. Memang, aku juga merasa ada orang yang selalu mengawasiku selain petugas kepolisian yang selalu standby menjaga rumahku. Namun, sepertinya orang tersebut tidak berani macam-macam karena ada petugas kepolisian yang menjagaku.

Hari senin pun tiba, saat dimana sidang akan dimulai, jadwal sidang perdana kedua preman itu akan di mulai, pagi-pagi sekali aku sudah siap dan berangkat ke pengadilan. Aku dan ibuku dikawal oleh beberapa petugas kepolisian yang datang sengaja menjemputku dengan kendaraan polisi. Dan sesampainya kantor pengadilan aku segera menuju tempat yang sudah dipersiapkan untuk para saksi. Pukul Sembilan pagi, persidangan dimulai, kedua preman sudah ada ditempatnya bersama pengacaranya. Deretan hakim sudah lengkap, jaksa penuntut umum sudah berada di kursinya sedangkan aku sudah berada di kursi saksi.

Karya: Telaga Warna


1 23456789, 101112, 1314..., 161718

Tidak ada komentar:

Posting Komentar