DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Sabtu, 04 Januari 2020

BAB III Gadis Cantik Menjadi Korban (Bagian 1)


Pagi yang hening, dengan dingin yang selalu menjadi khas pedusunan di sebuah lereng pegunungan, embun pagi menghiasai bak kepulan asap dari kejauhan. Dinginnya mampu menyengat hingga ketulang. Lalu lalang insan manusia mulai terlihat dengan masing-masing kesibukan dan masing-masing tujuan, saling sapa apabila berpapasan, itu adalah ciri khas tata krama yang selalu diajarkan turun-temurun oleh nenek moyang mereka. Aktifikas biasanya dilakukan di sawah, ladang, pasar, sungai, lereng gunung, dan banyak lagi tempat yang menjadi garapan warga dusun tersebut.

____<<<>>>___
Keheningan itu terpecah oleh teriakan seseorang yang berasal dari sungai di bawah jembatan. Jeritan itu terdengar hingga ke dusun, sehingga orang yang berada di sekitar dan berada dalam rumah, langsung berhamburan keluar dan menuju asal jeritan suara tersebut. Seorang ibu-ibu paruh baya, berlari menuju dusun seraya berteriak minta tolong, wajahnya pucat pasih, tubuhnya gemetar, dan seketika tubuhnya tersungkur ke tanah, akibat tidak mampu menahan kakinya yang mulai lemas dan lunglai.

Gerangan ada apakah ini? Apa yang terjadi? Mengapa ibu-ibu paruh baya itu berteriak-teriak minta tolong dan lari terbirit-birit seperti telah melihat hantu pocong saja?. Dan seketika itu orang-orang telah berkerumun mengelilinginya. Tangan ibu itu menunjuk-nunjuk kearah jembatan, dengan nafas tersengal-sengal, dan suara terputus-putus dia mengatakan seuatu. “Ada, ada, ada mayat.” Suaranya terdengar kacau.

Seketika itu juga warga sangat terkejut, secara serentak berkata “Hah, mayat, ada mayat, dimana ada mayatnya?”. Kemdian salah satu dari mereka mendekati ibu itu, laki-laki itu adalah salah satu tokoh masyarakat di dusun tersebut, laki-laki itu adalah ketua RT dusun tersebut, pak RT sekali lagi bertanya mengulangi pertanyaan-pertanyaan warga yang terkejut dan reflek bertanya, “Ibu, tenangkan dulu, minum dulu bu”.

Setelah si ibu tenang pak RT pun kembali bertanya, “Ada mayat apa bu, dimana mayatnya?’. Si ibu menjawab, “Di kali, di bawah jembatan ada sesosok mayat perempuan, Pak RT.” Semua warga terkejut, dan mereka berbondong-bondong langsung pergi menuju kali yang ditunjukkan oleh si ibu tadi. Dalam perjalanan mereka, mereka saling bertanya-tanya, sepertinya ada korban lagi, sudah lama tidak ada korban seperti ini, tapi sekarang mengapa sudah ada korban lagi, pasti korban preman yang kejam dan bengis itu.

Sesampainya warga di tepi kali yang ditunjuk, benar saja, ada sesosok mayat yang tegeletak, dan pak RT menginstruksikan agar jangan mendekati mayat tersebut. Pak RT memerintahkan salah satu warganya untuk menemaninya pergi ke kantor polisi untuk melaporkan kejadian penemuan mayat tersebut. Segera setelah mendapatkan laporan dari warga, petugas kepolisian terdekat meluncur ke tempat kejadian perkara atau TKP.

Sesampainya di tempat kejadian perkara, komandan polisi memerintahkan untuk mengidentifikasi mayat tersebut. Setelah diketahui, ternyata mayat tersebut adalah mayat seorang gadis cantik, yang diperkosa setelah itu dibunuh dan dibiarkan mayat begitu saja. Polisi melanjutkan investigasinya dan menghubungi ambulan rumah sakit terdekat. Mayat tersebut di bawa ke rumah sakit untuk diotopsi dan ditindaklanjuti kasusnya.

Pimpinan polisi bertanya kepada pak RT., “Pak RT., siapa yang pertama kali menemukan mayat gadis itu?”. Pak RT langsung menunjuk kepada ibu yang dari tadi terdiam bengong seperti melamun karena syok. Dan ibu itu pun di bawah ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan secara medis dan psikologis. Rupanya penemuan mayat itu membuat si ibu syok dan mengalami tekanan jiwa. Dia hanya terdiam, wajahnya pucat dan ketakutan, tubuhnya gemetar, bibirnya membiru.
_____<<<>>>____


Karya: Telaga Warna


1 23456789, ..., 11121314, 15161718

Tidak ada komentar:

Posting Komentar