____<<<>>>___
“Cu, bermalamlah satu malam lagi saja, tanggung sudah sore dan sebentar lagi maghrib, kalau sudah sore begini biasanya sudah tidak ada angkutan umum, percaya sama nenek cu!”. Kata Nenekku mengingatkan dengan kata-katanya yang lembut. “Tidak nek, hari ini aku harus pulang, aku ada janji sama teman nek, saya tidak enak untuk membatalkannya” Jawabku dengan nada yang agak tinggi. “Nenek mohon cu, semalam lagi aja, nenek masih kangen sama cucu.” Kata Nenekku merajuk. “Tidak nek, aku mohon maaf ya nek, aku pulang dulu.” Dengan kata-kataku tegas dan pasti menolak keinginan nenekku.
Nenek terdiam seribu bahasa, tersirat pada keriput wajahnya sebuah kekecewaan terhadap cucunya. Aku kemdian berpamitan kepada nenekku seraya berkata, “Nek, aku pamit dulu, do’akan aku selamat sampai tujuan, assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh, nek!”. Nenek menjawab salam cucunya dengan suara yang nyaris tak terdengar, “Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh cu, hati-hati di jalan ya, nenek do’akan cucu selamat sampai di rumah, aamin!”. “Aamiin!”aku langsung mengaminkan do’a-do’a nenekku.
Aku berpamitan dengan menyalami tangan nenekku dan mencium tangan seraya memeluk tubuh nenekku yang sudah rentah itu. Tas ransel sudah di punggungku, dan aku pun segera berlalu dari hadapan nenek. Nenekku mengiring kepergianku hingga pintu depan rumah nenek, dengan malu-malu nenekku mengangkat tangannya untuk menjawab lambaian tangan perpisahanku dengan nenek yang mungkin hanya sementara.
Karya: Telaga Warna

Tidak ada komentar:
Posting Komentar