Berita tentang pembunuhan dan mayatnya dibiarkan di pinggir sungai kini mulai tersebar luas, keluarga korban pun sudah dipanggil ke kantor polisi, dan mengambil jenazah anaknya dari rumah sakit tempat mayatnya diotopsi. Dengan kejadian seperti ini yang terus berulang, kondisi dan keadaan dusun kembali mulai sudah tidak aman lagi. Kejadian ini merupakan kejadian yang amat menggemparkan, pasalnya sebelum dibunuh sang korban diperkosa terlebih dulu, dan mayatnya dibiarkan tergeletak di pinggir sungai tanpa busana.
Peristiwa ini telah menimbulkan duka yang amat mendalam bagi keluarga korban, keluarga besarnya pun tidak ingin ini terulang kembali menimpa kepada yang lain, maka dengan serius mendorong pihak kepolisian untuk mengusut kasus ini hingga tuntas, agar tidak terulang di kemudian hari. Kesedihan kedua orang tuanya akibat meninggalnya sang anak karena diperkosa dan dibunuh menyisakan luka yang amat mendalam, luka yang tidak mungkin akan sirna begitu saja.
____<<<>>>____
“Ibu, ayo kita ke kantor polisi, sepertinya aku tahu siapa pelaku pemerkosaan dan pembunuhan tersebut”. Ungkapku kepada ibuku. “Benarkah itu nduk, tapi apakah kamu tidak takut nanti diancam dengan pelakunya”, ibuku menimpali kata-kataku. “Demi kebenaran dan keadilan bu, kita harus melawan kekejaman ini, kita harus menghentikan ketidakamanan di dusun kita bu, dusun kita terkenal tidak aman bagi siapa saja yang berada di dusun kita.” Ungkapku dengan nada yang berapi-api dan penuh semangat. “Baiklah kalau begitu nduk, mari kita ke pak RT untuk mengantar kita ke kantor polisi, katakana kepada pak RT, bahwa kamu tahu siap pelakunya dan siap menjadi saksinya”, ibuku mengamini tekadku.
Kami segera bersiap-siap untuk melapor ke kantor polisi, dan sebelumnya aku pergi ke rumah pak RT untuk minta saran dan dukungannya. Dan alhamdulillah pak RT sangat mendukung dan siap membela mati-matian demi tegaknya keadilan dan keamanan di dusunnya tersebut. Pak RT pun mengantar kami berdua ke kantor polisi serta menjelaskan duduk perkaranya kepada komandan yang mengurus kasus tersebut. Kemudian aku diberi beberapa pertanyaan untuk mengetahui kejadian yang sebenarnya yang aku alami malam itu.
Beberapa pertanyaan itu aku jawab dengan jelas dan tegas, tidak bertele-tele sebagai bentuk kesungguhan dan keseriusan saya menjadi saksi dalam kasus tersebut. Akupun dipertemukan dengan keluarga korban oleh komandan polisi yang bertanggung jawab menangani kasus tersebut. Keluarga korban sangat mendukung seratus persen kepada diriku demi tegaknya keadilan dan demi aman serta tentramnya kondisi desa di sekitar dusunku.
Laporan itu diterima dengan senang hati dan ditindaklanjuti oleh tim khusus untuk menangkap kedua preman. Pencarian terus dilakukan oleh petugas kepolisian, kedua preman memang amat gesit dan licin seperti belut, tahu saja harus kemana bersembunyi sehingga tidak mudah ditemukan dan ditangkap oleh petugas kepolisian. Selang beberapa hari lamanya petuga kepolisian mencari jejak-jejak mereka, dari rumah tempat tinggalnya hingga keluar daerah, namun belum juga ditemukan.
____<<<>>>____Karya: Telaga Warna
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, ..., 13, 14, 15, 16, 17, 18

Tidak ada komentar:
Posting Komentar