DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Selasa, 14 Januari 2020

Sirna Dalam Cinta (Bagian 2)

Oleh: Telaga Warna

Gadis jelita, kekasih sang pemuda, Khumairoh namanya, wajahnya bak daun siri satu lembar, cantik dan manis wajahnya, imut bibirnya yang merah muda alami, matanya manis dengan bulu mata yang lentik, alis tipis bak bulan sabit, hidung mancung, kulit kuning langsat muda, tubuhnya lenjang, tinggi semampai, jari-jemarinya lentik dan lembut. Tak ingin sang kekasih diambil orang, digaet oleh gadis-gadis kota yang cantik-cantik. Khumairoh gadis yang pendiam, lembut, sopan lagi santun kepada setiap orang, sholehah, pandai mengaji, dan pemalu.

Berjanji untuk bertemu di pinggir sungai, yang melintasi dusunnya, ingin meminta izin dan kepada sang kekasih pujaan hati, demi meraih cita-citanya. Janji bertemu di sore hari ba’da ashar, karena esok pagi-pagi buta sekali, ia akan pergi merantau bersama pamannya ke kota. Dizinkan atau tidak diizinkan dia akan tetap dengan pendiriannya, yaitu pergi merantau demi nasib yang lebih baik dan jika beruntung bisa menimba ilmu demi memajukan dusunnya. Sore itu, janji bertemu dan ada sedikit pertengkaran, karena masing-masing mempertahankan keinginannya.

Di sisi sungai nan elok, namun juga airnya begitu jernih, sejuk nan menyegarkan, kejernihannya menampakkan ikan-ikan yang ada di dalamnya dan nampak jelas dari permukaan air. Di antara batu-batu kali yang besar menjulang, air yang jatuh terjun bebas dari atas tebing, hijau dedaunan yang menghiasi sepanjang aliran sungai, menambah cantik nan elok pemandangan di sekitar sungai di dusun itu. Di sana, dua sosok insan sedang memadu kasih, memadu rindu, dan melepas rasa, dua sejoli yang saling mencintai, berjanji suci sehidup semati, tak akan berpisah selamanya hingga ajal menjemput, janji mereka terukir indah di dalam sanubari dua insan tersebut.

Mereka terdiam seribu bahasa, hanya saling tatap dan saling pandang, saling tersenyum satu sama lain, tak ada satu patah katapun keluar dari bibir mereka, sampai pada saatnya mereka sama-sama saling membuka mulut secara serentak. “Sayang,..!!” Secara bersamaan mereka berdua mengucapkan kata-kata itu, mereka berdua saling malu-malu, tersenyum tersipu malu-malu, karena secara bersamaan ingin menanyakan maksud dan tujuan mengapa mereka berdua janji bertemu di pinggir sungai ini.

“Adik dulu, mau nanya apa dik?” Aku mulai membuka pertanyaan. “Tidak, abang dulu saja, apa yang mau abang katakan sama adik, sehingga kita janji bertemu di tempat ini.” Ungkap Khumairoh dengan rasa penasaran. “Adik dulu saja, gerangan apa yang mau adik tanyakan sama abang?” Aku balik bertanya. “Tidak, abang saja dulu, kan abang yang meminta janji temu di sini, gerangan ada apa bang?” Khumairoh bertanya sekali dengan rasa penasaran yang semakin bergelayutan di kepalanya.

çKEMBALI = LANJUTè

Tidak ada komentar:

Posting Komentar