____<<<>>>____
Di sebuah Hutan yang lebat, jarang sekali orang menjamahnya, terkenal sangat angker dan menyeramkan, serta banyak hewan buas yang berkeliaran di sekitar hutan tersebut, di hutan yang berada di balik gunung di mana di lereng gunungnya adalah dusun kami berada. Pihak kepolisian mencurigai hutan tersebut tersebut, segera mengirimkan penyidik guna mengamati hutan tersebut. Selang beberapa hari, kecurigaan pihak polisi terbukti dan pihak penyidik mulai menemukan titik terang dari hasil penyelidikannya tersebut.
Petugas kepolisian mulai mencium jejak kedua preman tersebut dan ciri-ciri preman tersebut sama persis seperti apa yang pernah aku jelaskan kepada petugas yang bertanya beberapa hal kepada saya. Termasuk bertanya ciri-ciri preman yang pernah aku temui pada malam itu di jembatan bambu di pinggir dusun tengah malam itu. Jika memang mereka pelakunya dan mereka berhasil dipenjarakan, maka aku sudah berhasil menumpas kejahatan.
Keesokan harinya, setelah dipastikan kebenarannya, maka tim khusus langsung mengepung dan menggrebek hutan tempat persembunyian preman, dengan senjata lengkap petugas kepolisian langsung menyergap kedua preman. Penggerebekan yang tidak disadari oleh mereka itu membuat mereka kalang kabut, dan tidak bisa kabur kemana-mana dikarenakan tempat tersebut sudah terkepung. Akhirnya preman yang bengis dan kejam itu tertangkap juga, warga di sekitarnya amat senang dan merasa tenang dengan sudah ditangkapnya preman penyebar ketidakamanan di dusun-dusun sekitar dusun aku tinggal.
Petugas kepolisian mulai melakukan investigasi secara intensif, pihak penyidik sudah menemukan beberapa bukti-bukti pembunuhan tersebut mengarah kepada kedua preman yang sudah ditangkap dari tempat persembunyiannya. Namun, kedua preman tersebut bersikeras tidak mengakui perbuatan mereka, penyidik tidak kalah akal, dengan bukti-bukti dan saksi yang sudah terkumpul, maka kedua preman tersebut sudah tidak dapat mengelak atas perbuatan mereka.
____<<<>>>____
Karya: Telaga Warna
1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, 11, 12, ..., 14, 15, 16, 17, 18

Tidak ada komentar:
Posting Komentar