DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Jumat, 03 Januari 2020

BAB II Preman yang Bengis dan Kejam (Bagian 3)


____<<<>>>____
“Hei mas bro, bangun, bangun, itu ada mangsa”, kata salah satu preman yang mabuk itu, seraya mencoba membangunkan temannya yang sudah tidak berdaya lagi itu. Dia pun berdiri sempoyongan, mencoba untuk mencegat gadis cantik itu, namun dia terkejut dengan apa yang dilihatnya. Semakin dekat sang gadis berjalan, semakin jelas dengan apa yang dilihatnya. “Hem, tidak bisa jadi mangsa ini gadis cantik” Gumam sang preman.

Sepertinya salah satu dari mereka menyadari kedatanganku, karena salah satu dari mereka belum begitu mabuk, sedangkan temannya sudah tepar dan tidak dapat bergerak kembali. Rupanya salah satu preman tersebut sudah banyak minuman yang ditenggaknya. Tapi aneh, salah satu preman yang bengis dan kejam itu hanya berdiri saja melihatku berjalan di depan matanya. Dia hanya bisa melongo dan menyaksikan aku berjalan dan berlalu dari hadapannya.
Seketika itu juga setelah beberapa meter berlalu dari hadapan preman itu, aku berlari sekencang-kencangnya, berlari terbirit-birit seperti dikejar-kejar oleh setan pocong. Sesampainya di kampung aku langsung menuju rumahku dan langsung mengetuk pintu sekeras-kerasnya. Lama pintu tak juga dibuka, hatiku mulai was-was, jangan-jangan preman itu mengejarku. Dengan sekuat tenaga, aku gedor-gedor pintu rumahku, dan sesaat itu juga suara terdengar dari dalam rumah. “Iya, sebentar, tunggu sebentar! Siapa sih, tengah malam begini gedor-gedor pintu”, suara ibuku terdengar dari dalam rumah.

Sesaat kemudian, pintu rumah terbuka. Aku langsung menyeruduk masuk ke dalam rumah dan menyuruh ibuku untuk langsung menutup dan mengunci pintu. “Ada apa gerangan nduk? Mengapa pulang ke rumah tengah malam begini nduk”, ibuku bertanya dengan nada cemas dan takut serta penasaran. “Iya bu, aku pulang kemalaman”, jawabku dengan singkat dan dengan nada gemetar karena perasaan takut yang masih bergelayut dalam diriku.

“Sudah dulu ya bu, aku sudah lelah dan ngantuk, aku mau tidur dulu, besok aku ceritakan kejadiannya.” Lanjutku menjelaskan seraya berpaling menuju kamarku untuk beristirat dan tidur karena kelelahan dan ketakutan yang masih menghantuiku. Aku bantingkan tubuhku di atas kasur, jantungku yang masih deg-degan, rasa khawatir takut masih terus terngiang di kepalaku dan akupun memutskan untuk tidur dan tidak memikirkan kejadian itu lagi, karena alhamdulillah aku sudah selamat sampai rumah.
____<<<>>>____

Karya: Telaga Warna



1 2345678..., 10111213141415161718



Tidak ada komentar:

Posting Komentar