DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Minggu, 12 Januari 2020

BAB VI Terungkapnya Siapa Sang Gadis (Bagian 1)

Persidangan itu memeras tenaga dan pikiran, namun akhirnya bisa diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Kini kedua preman tersebut dipenjara dan meringkuk di dalam penjara seumur hidup mereka dan akan dipindahkan ke penjara yang lebih mengerikan yaitu penjara Nusa Kambangan. Penjara Nusa Kambangan adalah penjara tempat penjahat-penjahat kelas kakap, dan kedua preman tersebut termasuk ke dalam penjahat kelas kakap karena kekejaman dan kekejian yang dilakukan mereka terhadap mangsa-mangsanya.

Di pagi yang cerah, setelah sekian lamanya berkutat dengan kasus yang sangat pelik, pihak kepolisian memanggilku karena telah berani menjadi saksi atas pemerkosaan dan pembunuhan seseorang seorang gadis belia.  Aku sendiri tidak tahu, mengapa pihak kepolisian masih memanggilku ke kantornya, katanya sih masih ada berkas yang perlu di tandatangani atas kesaksianku atas kasus tersebut. Memang bukan hanya tanda tangan berkas saja namun mendapatkan ucapan ribuan terima kasih kepadaku dari pihak kepolisian dan lembaga kepolisian telah memberiku penghargaan yang luar biasa.
____<<<>>>____

____<<<<>>>>____
Ketua tim khusus kasus tersebut tiba-tiba memanggilku ke kantornya, aku sangat terkejut gerangan ada apakah yang membuat beliau memanggilku, padahal urusanku dengan beliau sudah beres dan rampung setelah penandatangan berkas terakhir tadi di lobi kantor. Rupanya ada hal yang membuat benak beliau tidak bisa berhenti memikirkannya, yaitu tentang peristiwa ketika aku lewat di depan preman-preman itu tapi mereka diam saja, padahal seharusnya akulah yang kemungkinan akan jadi korbannya bukan orang lain.

“Dik, bapak sangat penasaran dengan penuturan salah satu preman itu, tentang mengapa dia tidak melakukan apa-apa terhadap adik, sedangkan adik juga lewat di depan mereka sebelum gadis malang itu yang menjadi korban?” tutur beliau. “Apa benar adik pada waktu itu berjalan sendirian, yakin sendirian, tidak ada pengawal atau tidak ada yang mengawal, atau tidak ada orang lain yang mengikuti atau mengawal adik?” beliau melanjutkan pertanyaannya dengan nada penuh penasaran.

Aku bingung mau menajwab apa, sedangkan pada waktu itu aku yakin berjalan sendirian tanpa ada teman atau orang yang mengawalnya. Aku sendiri terkejut dengan pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh beliau, harus aku jawab apa, aku benar-benar bingung. Sedangkan menurut penuturan salah satu preman kepada beliau adalah bahwa dia melihat aku berjalan dengan dikawal oleh dua orang yang tinggi dan besar di sebelah kanan dan kiri saya. Sehingga preman yang berdiri hendak mencegat saya itu mengurungkan niatnya untuk mencegat dan melakukan apa-apa terhadap saya.

“Iya pak, saya berjalan sendirian, tanpa ada yang mengawal, tanpa ada orang lain yang mengikutiku atau mengawalku, apalagi orangnya besar-besar seperti yang digambarkan salah satu preman tersebut kepada bapak.” Aku menjelaskan dengan nada yakin, karena memang benar saya berjalan sendirian, aku sendiri pulang dari rumah nenekku sendirian, aku sendiri merasa ketakutan karena baru kali ini pulang kemalaman akibat keegosianku dan keras kepalanya diriku tidak mengindahkan perkataan nenekku.

Beliau kepalanya bergeleng-geleng, rasa tidak percaya, dengen penuturanku dan keterangan yang diperoleh beliau dari salah satu preman tersebut. “Memang pak, sebelum aku melewati kedua preman tersebut, aku sempat membaca ayat kursi sebagaimana aku membacanya sesusai sholat wajib, aku membacanya berulang-ulang pak, sambil memohon perlindungan kepada Yang Maha Kuasa”, aku lanjut menuturkan kepada beliau.

Ketika aku menjelaskan demikian, beliau tertegun, di dalam benak beliau antara percaya dan tidak percaya dengan kejadian tersebut. “Mungkin itu yang menyebabkan salah satu preman tersebut melihat adik dikawal oleh dua orang yang tinggi-tinggi, besar-besar, dan kuat-kuat di sisi kanan dan sisi kiri adik, itu sebuah keistimewaan tersendiri dik, memang percaya atau tidak bila Allah sudah menghendaki, siapa yang bisa menghalangi” tutur beliau dengan gamblang, membenarkan keajaiban yang diberikan oleh Allah swt kepada diriku.

“Ayat kursi memang mempunyai khasiat tersendiri dik, apa lagi kita dengan tekun, konsisten, kontinyu, istiqomah, dan terus-menurus mengamalkan atau menzikirkannya.” Beliau sedikit menjelaskan. Benar, mungkin itu yang menyebabkan salah seorang preman melihat diriku seperti dikawal oleh dua orang laki-laki, karena pada saat itu aku sendiri selalu berdoa dan memohon seraya mengamalkan ayat kuris di birbirku, aku mengamalkannya tak henti-henti sampai aku melalui kedua preman tersebut.

“Yaudah silakan, adik boleh pulang, maaf mengganggu adik, soalnya bapak sangat penasaran, pulang langsung ke rumah ya, jangan mampir kemana-mana.” Nasihat beliau. “Iya pak, maaf saya tidak bisa menjelaskan dengan rinci apa yang sebenarnya terjadi terhadap saya, karena saya sendiri tidak tahu dan tidak menyadari akan kehadiran mereka” aku sendikit menjelaskan seraya memohon maaf kepada beliau. Aku melanjutkan kata-kataku, “Kalau begitu saya pamit ya pak, assalamu’aliakum warohmatullohi wabarokatu”. “Wasssalamu’aliakum warohmatullohi wabarokatu”. Beliau menjawa salamku.
____<<<>>>____

Karya: Telaga Warna


1 23456789, 101112131415, ..., 17

Tidak ada komentar:

Posting Komentar