PIDATO BAHASA INDONESIA
TEMA: LINGKUNGAN
Assalamu’alaikum wr.wb.
Alhamdulillahirobbil
‘alamin wabihinasta’inu wa‘alaumuriddunya waddin, washolatu wassalamu ’ala ashrofil
ambiyai walmursalin wa’ala alihi washoh bihi ajma’in, amma ba’du
Yang
terhormat Bapak/Ibu Dewan Juri serta teman-teman yang saya cintai.
Hadirin
yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Pidato yang insya Allah akan saya sampaikan
pada kesempatan kali ini yaitu tentang “Kerusakan
Lingkungan”. Kerusakan lingkungan diakibatkan oleh ulah tangan manusia itu sendiri.
Contohnya di sini, di kampungku, di wilayahku bojonegara ini, gunung-gunungnya bukan
hanya tandus, bukan hanya pohon-pohonnya yang habis, namun gunung-gunungnya juga
ikut habis dikeruk untuk mengurug laut. Apa akibatnya? Banjir bila musim hujan tiba,
panas dan berdebu bila musim kemarau datang serta banyak lagi dampak negatif lainnya
yang akan menimpa masyarakat di sekitarnya. Ini akibat dari keserakahan sebagian
manusia dan ini sudah jelas tersurat dalam salah satu firman Allah SWT dalam surat
Ar-Rum ayat 41 yang artinya “Telah nampak
kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh perbuatan tangan manusia, supaya
Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar
mereka kembali (kejalan yang benar).” (QS. Ar-Rum: 41)
Hadirin
yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Mau berkata apa kita? Mau bicara apa?
Mau berdalih bagaimana? Ini semua sudah jelas, bahwa akibat keserakahan sebagian
manusia, banyak orang yang jadi korban. Perhatikan ayat yang saya bacakan tadi,
perhatikan ayat tersebut, pahami firman Allah tersebut, bahwa sesungguhnya kerusakan
di laut dan di darat sudah jelas akibat ulah tangan manusia itu sendiri.
Kerusakan yang tampak di laut bukti nyatanya
ialah tercemarnya laut oleh limbah industri sehingga ikan-ikan banyak yang mati
dan biota lautnya juga ikut rusak. Kalaupun tidak mati pastinya ikan-ikan tersebut
tidak bisa dikonsumsi, kenapa? Karena ikan tersebut telah tercemar zat kimia,
kemungkinan apabila ikan tersebut dikonsumsi, maka akan berdampak negatif pula
bagi orang yang memakannya.
Kerusakan yang tampak di darat ialah telah
habisnya gunung-gunung akibat eksploitasi dan eksplorasi besar-besaran manusia-manusia
serakah. Di tempat saya tinggal, kata kakek-nenek saya, dulunya gunung-gunung megah
dan indah, hijau nan sedap dipandang mata, udaranya sejuk, semilir anginnya membuat
tertidur bagi yang menikmatinya, tercium harum tanah bila tersiram air hujan,
tapi sekarang apa yang kitadapati, gunung-gunung habis, udara panas, debu beterbangan
dimana-mana, bila hujan tiba yang ada adalah banjir yang mampu merendam rumah-rumah
penduduk.
Hadirin
yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Ayo, mari kita hentikan kerusakan,
karena dampak dari kerusakan itu ialah pemanasan lingkungan yang menyeluruh atau
istilah kerennya ialah, “Global Worming”
Bukankah seharusnya kita melestarikan alam
atau lingkungan kita, agar kelak anak cucu kita dapat merasakan indah dan sejuknya
alam kita. Wahai para pengusaha, janganlah merusak lingkungan, janganlah kalian
serakah, hentikanlah kerusakan-kerusakan yang kalian lakukan. Perhatikanlah sekitar
kalian jangan hanya kalian mengeruk keuntungan saja tapi tidak mau memperhatikan
dampak buruknya serta tidak mau menanggulanginya.
Wahai para pejabat yang berwenang, ini adalah
tugas dan kewajiban Bapak/Ibu Pejabat semua untuk mengawasi pembangunan yang
ada di wilayahnya, jangan hanya menerima haknya saja tapi kewajibannya tidak mau
memenuhinya.
Hadirin
yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Allah Maha Tahu dan pengetahuan-Nya tidak
terbatas. Wahyu itu diturunkan berabad-abad lalu lamanya dan memang benar-benar
terbukti adanya, bahwa kerusakan di muka bumi, di darat dan di laut adalah akibat
ulah tangan-tangan manusia yang serakah.
Oleh karena itu, marilah kita jaga kelestarian
dan keindahan lingkungan kita, mulai sekarang “Stop Global Worming” dan jangan rusak lingkungan yang masih asri dan
lestari ini, bagi yang sudah terlanjur rusak marilah kita cari solusinya,
karena kerusakan yang sudah ada dapat kita tanggulangi dan dapat kita perbaiki kembali,
karena itu semua demi anak cucu kita yang akan datang.
Hadirin yang dimuliakan oleh Allah SWT.
Demikianlah pidato singkat yang dapat saya
sampaikan, semoga dapat bermanfaat dan menggugah kitasemua agar tidak sewenang-wenang
terhadap alam atau lingkungan kita.
Wabillahitaufikwalhidayah,
waridhowalinayah, wa’aqwamuthoriq, wa’afumingkum wassalamu’alaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar