Pidato Bahasa Indonesia Tema Hidup Bahagia dengan Ilmu
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil ‘alamin wabihi
nastaaa’inu wa’ala umuriddunya waddin, washolatu wassalamu ‘ala ashrofil
ambiyai walmursalin wa’ala alihi washoh biri ajma’in. amma ba’du
Yang
terhormat Bapak/Ibu Dewan Juri, yang terhormat Bapak/Ibu Panitia, yang saya
cintai teman-temanku, dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada MC yang
telah memberi kesempatan kepada saya untuk berdiri di tempat yang mulia ini.
Hadirin
yang insya Allah dimuliakan oleh Allah Swt. Pada kesempatan yang berbahagia ini
saya akan menyampaikan pidato yang bertema tentang “Hidup Bahagia dengan Ilmu”. Kita lihat, sudah banyak buktinya orang
hidup bahagia dan mulia dengan ilmu. Bapak Presiden kita, menjadi presiden
dengan ilmu, Bapak Juri kita, menjadi juri tentu dengan ilmunya, Bapak Guru kita,
menjadi guru tentu saja dengan ilmunya, dan lain sebagainya. Ini sesuai dengan
sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “Man
Aroda Dunya Fa’alaihi Bil’lmi Waman Arodal Akhiroh Fahalaihi Bil’ilmi Waman
Arodha Huma Fa’alihi Bil’ilmi”, yang artinya “Barang siapa yang ingin bahagia di dunia harus dengan ilmu, barang
siapa yang ingin bahagia di akhirat juga harus dengan ilmu, dan barang siapa yang
ingin bahagia di dunia dan akhirat juga harus dengan ilmu.” Ini sudah
terbukti adanya dengan apa yang telah aku contohkan di awal-awal pidato saya
tadi.
Hadirin
Rohimakumullah, kita diciptakan dengan anugerah terindah, dimana anugerah ini
yang membuat kita menjadi makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk
lainnya. Namun dengan anugerah terindah ini pula kita akan menjadi makhluk yang
paling hina didunia ini. Apa anugerah terindah itu?”Akal”! ya akal?! Dengan
akal itulah kita akan mulia, bahagia, damai, dan sejahtera, namun dengan akal
pula kita akan menjadi makhluk yang hina dina tergantung bagaimana akal akan
dibawa, pada hal-hal yang baik kah. Atau pada hal-hal yang buruk.
Akal
dengan ilmu yang baik akan membawa kita kepada kebahagiaan di dunia dan
kebahagiaan akhirat, juga akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat.
Bila ingin bahagia di dunia, maka harus belajar ilmu dunia seperti apa, ilmu
hitung misalnya, lmu baca, misalnya atau ilmu-ilmu yang lainnya yang akan
menunjang kepada kita kebahagiaan di dunia tentunya. Apabila ingin bahagia di
akhirat maka kita harus belajar ilmu akhirat, misalnya mempelajari al-Qur’an
dan prakteknya, belajar ilmu sholat dan prakteknya, ilmu puasa dan prakteknya,
dan lain-lain, belajar ilmu akhirat tanpa dipraktekkan dalam kehidupan
sehari-hari maka kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan akhirat. Namun
sebaliknya, akal dengan ilmu yang buruk akan membawa kita kepada keburukan
hidup dunia dan akhirat. Contoh ilmu yang buruk itu apa? Seperti ilmu maling, ilmu
copet, ilmu rampok, ilmu korupsi, ilmu menipu dan lain sebagainya, itu akan
membawa kepada kesengsaraan bukan hanya di dunia lebih-lebih di akhirat.
Menuntut
ilmu itu tentu saja slah satu metodenya atau caranya adalah dengan membaca,
bukan hanya membaca buku tetapi juga membaca alam ini, dengan apa membaca alam
ini tentu saja dengan tafakkur dan tadabbur. Ini juga selaras dengan perintah
Allah dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi kita Nabi besar Muhammad
SAW yang berbunyi “Bismillahi-rromaanirrohiimm,
Iqra Bismirab Bikal Ladzi Kholaq,
Kholaqol Ingsaana Min ‘Alaq, Iqro Warobbukal Akromul, Ladzi ‘Alamabil Qolam,
‘Allamal Ingsana Malam Ya’lam.” Yang
artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyang,
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan
manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang
mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak
didketahuinya.”
Bapak/Ibu
Dewan Juri yang terhormat, demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, mohon
maaf atas segala kekurangannya, terima kasih atas kesempatannya. Wabillahi
taufiq walhidayah wa’afu minkum wassalamu’alaikum wr. wb.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar