DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Sabtu, 18 April 2020

Pidato Bahasa Indonesia Tema Hidup Bahagia dengan Ilmu Pengetahuan


Pidato Bahasa Indonesia Tema Hidup Bahagia dengan Ilmu




Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahirobbil ‘alamin wabihi nastaaa’inu wa’ala umuriddunya waddin, washolatu wassalamu ‘ala ashrofil ambiyai walmursalin wa’ala alihi washoh biri ajma’in. amma ba’du


Yang terhormat Bapak/Ibu Dewan Juri, yang terhormat Bapak/Ibu Panitia, yang saya cintai teman-temanku, dan tak lupa saya ucapkan terima kasih kepada MC yang telah memberi kesempatan kepada saya untuk berdiri di tempat yang mulia ini.
Hadirin yang insya Allah dimuliakan oleh Allah Swt. Pada kesempatan yang berbahagia ini saya akan menyampaikan pidato yang bertema tentang “Hidup Bahagia dengan Ilmu”. Kita lihat, sudah banyak buktinya orang hidup bahagia dan mulia dengan ilmu. Bapak Presiden kita, menjadi presiden dengan ilmu, Bapak Juri kita, menjadi juri tentu dengan ilmunya, Bapak Guru kita, menjadi guru tentu saja dengan ilmunya, dan lain sebagainya. Ini sesuai dengan sabda Rasulullah SAW yang berbunyi “Man Aroda Dunya Fa’alaihi Bil’lmi Waman Arodal Akhiroh Fahalaihi Bil’ilmi Waman Arodha Huma Fa’alihi Bil’ilmi”, yang artinya “Barang siapa yang ingin bahagia di dunia harus dengan ilmu, barang siapa yang ingin bahagia di akhirat juga harus dengan ilmu, dan barang siapa yang ingin bahagia di dunia dan akhirat juga harus dengan ilmu.” Ini sudah terbukti adanya dengan apa yang telah aku contohkan di awal-awal pidato saya tadi.
Hadirin Rohimakumullah, kita diciptakan dengan anugerah terindah, dimana anugerah ini yang membuat kita menjadi makhluk yang paling mulia dibandingkan dengan makhluk lainnya. Namun dengan anugerah terindah ini pula kita akan menjadi makhluk yang paling hina didunia ini. Apa anugerah terindah itu?”Akal”! ya akal?! Dengan akal itulah kita akan mulia, bahagia, damai, dan sejahtera, namun dengan akal pula kita akan menjadi makhluk yang hina dina tergantung bagaimana akal akan dibawa, pada hal-hal yang baik kah. Atau pada hal-hal yang buruk.
Akal dengan ilmu yang baik akan membawa kita kepada kebahagiaan di dunia dan kebahagiaan akhirat, juga akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Bila ingin bahagia di dunia, maka harus belajar ilmu dunia seperti apa, ilmu hitung misalnya, lmu baca, misalnya atau ilmu-ilmu yang lainnya yang akan menunjang kepada kita kebahagiaan di dunia tentunya. Apabila ingin bahagia di akhirat maka kita harus belajar ilmu akhirat, misalnya mempelajari al-Qur’an dan prakteknya, belajar ilmu sholat dan prakteknya, ilmu puasa dan prakteknya, dan lain-lain, belajar ilmu akhirat tanpa dipraktekkan dalam kehidupan sehari-hari maka kita tidak akan mendapatkan kebahagiaan akhirat. Namun sebaliknya, akal dengan ilmu yang buruk akan membawa kita kepada keburukan hidup dunia dan akhirat. Contoh ilmu yang buruk itu apa? Seperti ilmu maling, ilmu copet, ilmu rampok, ilmu korupsi, ilmu menipu dan lain sebagainya, itu akan membawa kepada kesengsaraan bukan hanya di dunia lebih-lebih di akhirat.
Menuntut ilmu itu tentu saja slah satu metodenya atau caranya adalah dengan membaca, bukan hanya membaca buku tetapi juga membaca alam ini, dengan apa membaca alam ini tentu saja dengan tafakkur dan tadabbur. Ini juga selaras dengan perintah Allah dalam wahyu yang pertama diturunkan kepada Nabi kita Nabi besar Muhammad SAW yang berbunyi “Bismillahi-rromaanirrohiimm, Iqra Bismirab Bikal Ladzi Kholaq, Kholaqol Ingsaana Min ‘Alaq, Iqro Warobbukal Akromul, Ladzi ‘Alamabil Qolam, ‘Allamal Ingsana Malam Ya’lam.” Yang artinya: “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyang, Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, Bacalah dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, Yang mengajar (manusia) dengan pena, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak didketahuinya.”
Bapak/Ibu Dewan Juri yang terhormat, demikianlah pidato yang dapat saya sampaikan, mohon maaf atas segala kekurangannya, terima kasih atas kesempatannya. Wabillahi taufiq walhidayah wa’afu minkum wassalamu’alaikum wr. wb.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar