DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Minggu, 29 Desember 2019

Fenomena Raport Berbasis Aplikasi Kurikulum 2013


FENOMENA APLIKASI RAPORT EDI BRATA
(APLIKASI RAPORT PROVINSI  BANTEN)

Kurikulum 2013 merupakan kurikulum terbaru yang diterapkan pada pendidikan di Indonesia. Untuk menerapkan kurikulum baru, sudah pasti ada beberapa hal yang harus diperhatikan, seperti sudah tidak relevannya kurikulum terdahulu dengan perkembangan jaman dan perkembangan teknologi saat ini. Untuk menerapkan kurikulum baru juga perlu memperhatikan sumber daya manusianya, baik pendidik, sarana prasaran, dan peserta didiknya. Semuanya harus melalui proses panjang pemahaman, analisis, penelitian, dan juga uji coba dan uji coba.
Dalam kurikulum 2013, ada 4 (empat) aspek yang menjadi landasan pencapain dalam pendidikan berbasis Kurlkulum 2013 tersebut. Sebenarnya, pada kurikulum-kurikulum sebelumnya, 4 (empat) aspek tersebut sudah termasuk dalam garapan kurikulum terdahulu. Aspep religi (keagamaan), aspek social, aspek pengetahuan dan aspek keterampilan. Dalam raport atau hasil akhir pendidikan siswa harus menerima laporan belajarnya dengan keterangan 4 (empat) tersebut yang ada pada laporan nilai akhirnya kelak.
Mungkin tujuan dari Kurikulum 2013, melihat hasil akhir pelaporan nilai yang berujung pada raport agar setiap dari peserta didik diketahui kelebihan dan kelemahan (kekurangan) dari peserta didik. Dengan disertakan komptensi dasar pada hasil akhir pelaporan, diharapkan guru dan lembaga pendidikan serta orang tua dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan (kelemahan) dari peserta didik atau anak-anak mereka dalam belajar.
Misalnya dalam pelajaran “Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti” si A, B, dan C kurang dalam beberapa hal (dalam raport sudah dijelaskan bahwa si A atau si B atau si C kurang dalam menghafal ayat dalam Al-Qur’an surat Al-Fatihah dan butuh bimbingan lebih mendalam agar Ananda A mampu menghafal surat Al-Fatihah). Ini bisa dijadikan acuan guru atau orang tua siswa untuk memacu dan memotivasi serta memperbaiki kekurangan-kekurangan yang berkaitan dengan peserta didik atau anak-anak mereka.
Fenomena aplikasi raport yang membuat sebagian besar guru kelas mengalami kesulitan dalam mengimput data-datanya. Sebenarnya, imput data atau nilai siswa itu dilakukan oelh guru kelas/wali kelas masing-masing jauh sebelum satu semester berakhir. Dengan rentang waktu yang panjang itu, diharapkan guru kelas/wali kelas masing-masing sudah mengimput data siswa lebih awal. Sehingga, guru kelas/wali kelas hanya akan mengisi nilai-nilai siswanya setelah pembelajaran berlangsung normal. Pada setiap setelah guru kelas/wali kelas/guru mata pelajaran selesai menyelesaikan ulangan harian, dan nilai sudah diperiksa dan hasilnya sudah ada, pada saat itu juga guru kelas/wali kelas mengimput nilai hasil ulangan harian siswa tersebut. Mungkin tidak setiap hari guru kelas/wali kelas mengimput nilai hariannya pada aplikasi raport tersebut. Sedangkan guru kelas wajib melaporkan nilainya kepada wali kelas masing-masing saat atau setelah ulangan harian dilakukan oleh guru mata pelajaran masing-masing.
Belum ada aplikasi raport kurikulum 2013 yang resmi dirilis oleh pemerintah pusat, akhirnya pemerintah daerah seperti Provinsi Banten membuat proyek sendiri untuk membuat aplikasi raport kurikulum 2013 tersebut. Apakah pemerintah daerah lain juga menggunakan aplikasi raport yang diproyeksikan oleh masing-masing pemerintah daerah. Mungkin saja sudah menggunakannya, bahkan aplikasi raport juga sudah tersedia online. Bahkan dibuat seringan mungkin dan semudah mungkin dalam pengimputannya agar tidak membebani guru yang kurang atau gaptek dalam bidang teknologi komputer.
Pada dasarnya, masih banyak guru-guru kelas terutama pada satuan pendidikan dasar yang input data dan nilai siswanya merasa kusuilitan setelah menggunakan Raport Aplikasi Kurikulum 2013 tersebut. Pada akhirnya mereka harus merogoh kocek lagi untuk mengimput data dan nilai siswa mereka agar raport yang diinginkan bisa diprint out dan bisa diterima oleh siswa dan orang tua masing-masing pada saat pembagian raportnya. Memang berkah tersendiri bagi sebagian masing-masing anak muda atau guru honor yang tidak gaptek.
Pada saatnya, mau tidak mau, bisa tidak bisa, gaptek atau tidak gaptek, guru kelas harus mampu dan harus bisa mengisi data dan nilai siswa pada aplikasi raport kurikulum 2013 tersbut. Dengan seiring waktu, saya yakin, apabila ada keinginan yang kuat, Insya Allah guru kelas mampu mengisi data dan nilai siswanya masing-masing. Tentu saja, peran operator sekolah di tingkat satuan pendidikan dasar harus membantu terlaksanya komputerisasi nilai raport kurikulum 2013. Operator sekolah harus intens dan telaten serta kontinyu atau terus menerus mengarahkan dan memberikan masukan kepada para guru kelas untuk mengisi raport sendiri.
Oleh: Muslihin, S. Pd. I., MM.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar