DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Senin, 16 Desember 2019

Ayat Kursi Menyelamatkan Seorang Gadis

Alkisah, suatu hari di suatu desa…
Ada seorang gadis yang cantik rupawan, bertubuh tinggi semampai, elok dan langsing, lemah gemulai dengan tubuh molek dan mulus terawat, Sholehah dan taat beribadah, dan termasuk salah-satu wanita idaman para lelaki.
Pada suatu malam gadis tersebut pulang dari menjenguk neneknya yang sedang sakit keras dan pulang kemalaman.
Di ujung desa tempat si gadis desa tinggal di mana tempat tersebut sudah terkenan keangkeran dan keganasan para begal dan premannya. Si gadis memberanikan diri untuk tetap pulang sendirian tanpa ada yang mengawal. Tiba di sebuah jembatan yang biasa terjadi pembegalan dan pemerkosaan serta pembunuhan, si gadis tetap melanjutkan perjalanannya dan si gadis amat terkejut ketika melihat 2 orang preman yang sedang mabuk dan berwajah bengis beraada di sisi jembatan. Dengan rasa was was dan takut menghinggapi pikirannya, sang gadis tetap melanjutkan perjalanannya seraya berkomat-kamit memohon perlindungan selalu kepada Allah swt.
Setapak demi setapak jembatan tersebut dapat dilalui tanpa gangguan sedikitpun dari kedua preman tersebut. Akhirnya sang gadis selamat sampai rumahnya dan ia pun sangat senang dan bahagia dapat pulang dengan selamat.
Keesokan harinya sang gadis mendengar kabar yang sangat mengejutkan dan menggemparkan. Seorang warga desa menceritakan kejadian tersebut, bahwa ada sesosok mayat perempuan tergeletak di bawah jembatan dengan wajah kusut dan pakaian yang compang-camping. Dugaan sementara warga adalah korban pemerkosaan dan pembunuhan.
Kemudian sang gadis melaporkan peristiwa tersebut ke kantor keamanan setempat bahwa ada seorang gadis yang terbunuh secara mengenaskan. Sebelum kejadian tersbut bahwa pada malam itu juga dia (sang gadis) lewat di jembatan tersebut dan belum ada kejadian tersebut. Sang gadis melihat ada 2 preman yang sedang mabuk di jembatan tersebut.
Seling beberapa jam kemudian kedua preman tersebut tertangkap dan terkejut melihat sang gadis berada di kantor keamanan tersebut. Sang gadis di temani salah satu petugas keamanan menemui kedua preman tersebut dan bertanya, “Bukankah kalian adalah kedua preman yang semalam mabok di jembatan itu?” Salah satu premen menjajwab, “Iya betul!”. “bukankan aku juga lewat di jembatan itu sendirian, kenapa kalian tidak melakukan apa-apa terhadapku?” kata si gadis tersebut. “Kata siapa kamu lewat sendirian di jembatan itu?”, kata salah satu premen. Sang prmen melanjutkan perkataannya, “Kamu lewat dijembatan itu dikawal oleh dua orang laki-laki pengawal dengan badan tinggi, besar, tegap dan kuat-kuat, kami saja melihatnya sangat ketakutan.”
Dalam pikirannya Sang gadis merasa heran dengan apa yang dikatan oleh kedua preman tersebut. Dia yakin berjalan sendirian sambal was was dan ketakutan akan terjadi apa-apa dengannya. Tapi, kedua premen tersebut mengetakan bahwa dia berjalan dikawal oleh dua laki-laki yang berbadan tinggi, besar, tegap, dan kuat-kuat.
Sang preman pun berkata “Seling beberapa menit setelah kamu lewat, ada gadis yang lewat di jembatan itu sendirian. Dengan hati yang kalut dan kacau kami pun mencegat si gadis tersebut dan memperkosanya secara bergantian, kemudian kami buhun dan mayatnya kami buang di bawah jembatan.”
Selesai interogasi tersebut, petugas keamanan yang mendampingi sang gadis menanyakan beberapa pertanyaan merasa heran dan aneh dengan kejadian tersebut dan petugas keamanan tersebut bertanya kepada sang gadis gerangan apakah yang sebenarnya terjadi. Sang gadis menceritakannya dengan detail kejadian tersebut, sebagai bukti dan kesaksian sang gadis.
Pertanyaan yang masih mengganjal petugas keamanan tersebut adalah kenapa ada dua orang laki-laki yang mengawalnya dalam pandangan preman tersebut, sedangkan sang gadis yakin berjalan sendirian.
Sang gadis menceritakan, bahwa dirinya setelah shalat lima waktu tidak pernah putus selalu mengamalkan ayat kursi, mungkin karena barokah dan karomah ayat kursi tersebutlah sang gadis terlihat selalu dikakwal oleh dua orang laki-laki yang berbadan tinggi besar, tegap dan kuat-kuat. Wallahu’alam Bishshowab.
Kisah Sang gadis selamat dari tindakan keji berupa pemerkosaan dan pembunuhan dari kedua preman tersebut, karena dalam pendangan mereka sang gadis dikawal oleh dua orang laki-laki. Ini merupakan hikmah ayat-ayat Allah dan salah satu orang yang telah mengamalkan salah satu ayat-ayat Allah swt tersebut.
Semoga KISAH dan HIKMAH ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Aamiin Ya robbal ‘aalamiin.
Kisah ini dipetik dari berbagai sumber, kemudian diolah dan disusun ulang oleh: Muslihin, S. Pd. I. MM.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar