DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Selasa, 31 Desember 2019

APLIKASI RAPORT PROVINSI BANTEN (EDI BRATA)


Aplikasi Raport Kurikulum 2013 untuk daerah Provinsi Banten disusun oleh Edi Brata. Aplikasinya lumayan berat bagi komputer atau laptop lama atau komputer-komputer dan laptop-laptop yang memiliki memori atau RAM yang kecil. Proses open dan save aplikasinya sedikit lama sehingga dianggap kurang efektif dan effisien. Ini menurut saya saja, belum tahu juga pendapat orang lain. Mengapa saya berpendapat demikian, karena sekolah-sekolah di wilayah Kecamatan Bojonegara Khususnya tidak mau menggunakan aplikasi ini. Dan juga banyak kode registrasi yang sudah diberikan hilang begitu saja, sehingga ini juga menjadi kendala mengapa aplikasi ini banyak yang tidak menggunakannya.

Kelebihan Aplikasi Raport karya Edi Brata ini adalah sudah mencakup seluruh kelas di tingkat satuan pendidikan dasar yaitu meliputi kelas satu sampai dengan kelas enam dan juga sudah mencakup dua semster  dalam satu aplikasi, yaitu semester 1 dan 2. Artinya, one aplication for all class (all in one) istilahnya. Jadi, aplikasi ini dapat dicopy paste dengan mudah.

Dalam postingan kali ini, saya akan menunjukkan cara-cara menggunakan Aplikasi Raport karya Edi Brata ini. Bagaimana langkah-langkahnya agar aplikasinya bisa berjalan dan Kompetensi Dasarnya bisa dibaca oleh system aplikasi sehingga dapat muncul pada print out raport kurikulum 2013.
Mari kita ikuti secara seksama dan perhatikan dengan sebaik-baiknya agar tidak salah dalam menerapkan atau mempraktikkannya nanti.

Pada postingan ini juga akan dibahas tentang bagaimana agar Aplikasi Raport Edi Brata berjalan dengan baik dan membaca Kompetensi Dasarnya. Langkah-langkahnya sangat mudah diikuti, sehingga kita akan mudah mempraktikannya secara langsung.

Langkah pertama, buka dulu aplikasi raportnya seperti biasa, seperti kita membuka file exel biasanya. Maka akan muncul perintah-perintah seperti gambar di bawah ini.
Selanjutnya, Klik tombol "Update", yang dilingkari atau di tandai seperti pada gambar tersebut di atas. Kemudian, Klik juga tombol "Close", apabila muncul gambar pop up seperti pada gambar di bawah ini.










Kemudian, Klik tombol "Continue" pada tampilan gambar yang dilingkari di bawah ini.
Langkah selanjutnya, Klik tombol "Lanjut" yang sudah dilingkari yang terdapat pada gambar Aplikasi Raport Kurikulum 2013, seperti pada gambar berikut.











Dan Klik pada tombol "Oke" yang sudah dilingkari, apabila muncul tampilan yang menujukkan gambar dan identitas pembuat aplikasi tersebut yang ganteng.










Maka akan kita peroleh tampilan data dasar seperti berikut ini. Setelah dapat tampilan data dasar, klik "Menu Utama", sehingga kita akan memperoleh tampilan menu utama berikutnya.











Tampilan menu berikutnya ini adalah tampilan menu yang berisi perintah-perintah yang berkaitan dengan Aplikasi Raport tersebut tentunya. Gambarnya seperti di bawah ini.











Perintah selanjutnya adalah keluarkan terlebih dahulu aplikasi tersebut, dengan meng-klik tombol keluar.











Maka, kita akan mendapatkan tampilan excel kosong seperti gambar di bawah ini.



















Dari sini kita mulai mengatur agar aplikasi ini berjalan dengan baik dan tidak terjadi error ketika digunakan selanjutnya. Klik menu "File" yang ada pada pojok atas kiri dokumen excel seperti yang dilingkari tersebut.



















Selanjutnya akan terlihat tampilan sebagai berikut. Klik tombol "Option" seperti pada gambar yang telah dilingkari di bawah ini.



















Maka, akan muncul menu atau perintah selanjutnya. Klik tombol "Trust Center".
















Akan diperoleh perintah selanjutnya. Klik "Trust Center Setting"
















Kemudian ikuti langkah selanjutnya dengan meng-klik menu "Macro Setting" selanjutnya klik "Enable all macros".
















Pada langkah ini semua setting yang berkaitan dengan aplikasi raport sudah selesai. Tinggal "OK" dan "OK" sampe tampilan kembali ke tampilan excel.
















Setelah itu buka kembali aplkasi tersebut seperti langkah-langkah di awal. Dan aplikasi sudah dapat digunakan. Dijamin Kompetensi Dasar sudah muncul dan deskripsinya pun sudah muncul pada setiap raport siswa.

Senin, 30 Desember 2019

Menyimpan File yang Sudah Diketik


Setelah kita mengetik capek-capek, tentu saja kita ingin menyimpannya dalam komputer agar tidak hilang, sehingga tidak capek-capek lagi untuk mengetik ulang. Atau pekerjaan kita belum selesai, takut mati lampu dan apa yang kita kerjakan menjadi sia-sia.

Pertama, arahkan kursor atau tanda panah mouse di pojok atas bagian kanan, akan terlihat gambar kotak hitam yang dilingkari dengan warna kuning, dan klik!















Kedua, maka akan muncul gambar seperti di bawah ini. Tentukan, kemana file yang sudah kita ketik akan disimpan, apakah dalam “Document” atau di folder lain di tempat yang lain. Misalnya kita simpan di “Document” seperti gambar di bawah ini.
















Ketiga, tentukan nama file/file name yang akan kita simpan, misalnya: “Data Siswa SDN Sempu Bojonegara”, seperti gambar berikut di bawah ini.
















Keempat, Klik tombol “Save” yang berada di pojok kiri bagian bawah gambar. Seperti yang terlihat pada gambar di bawah ini.
















Kelima, file Anda sudah tersimpan pada “Document” dengan nama file/file name “Data Siswa SDN Sempu Bojonegara”. Demikian cara menyimpan file yang sudah kita ketik.

Mengetik Pada Komputer

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membuat file atau mengetik dalam komputer. Apa tujuan kita membuat file pada komputer dan lain-lain.

Ada beberapa langkah dalam membuat file atau mengetik dalam komputer yang harus kita perhatikan.

Pertama, komputer atau laptop harus sudah dalam keadan menyala.

Kedua lihat gambar jendela/window di pojok kiri bagian bawah layar atau monitor komputer atau laptop. Seperti gambar di bawah, dan klik!












Ketiga, maka akan muncul tampilan seperti di bawah ini,





















Keempat, gulir ke bawah/atau cari ke bawah menu “Microsoft Office”, seperti gambar di bawah yang sudah ditandai dengan lingkaran berwana biru.





















Kelima, Klik menu “Microsoft Office” seperti pada gambar di atas yang sudah ditandai/dilingkari warna biru tersebut, maka akan muncul beberapa perintah lagi, dan pilih menu “Microsoft Words 2010” seperti yang yang ditandai pada gambar di bawah.





















Keenam, setelah dklik gambar yang telah ditandai di atas, maka akan muncul tampilan seperti berikut ini.













Ketujuh, Klik “Close” agar tidak menghalangi saat kita mengetik dokumen.

Kedelapan, Taraaaa, inilah tampilan file atau dokumen kosong baru anda, selamat mencoba dan selamat mengetik.

apa









Demikian cara membuat file atau apabila kita ingin mengetik pada komputer.

Gadis Cantik Versus Ayat Kursi



"Gadis Cantik Versus Ayat Kursi"

Assalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh
Terinspirasi dari kisah seorang gadis dan dua orang preman yang membiarkannya lewat begitu saja dan membiarkannya lepas dari mangsa karena dalam pandangan mereka berdua ada pengawal di samping sang gadis, ia di kawal oleh dua orang pria di sebelah kanan dan sebelah kirinya dalam pandangan sang preman. Sehingga niat buruk sang preman untuk melakukan hal-hal yang tidak-tidak kepada sang gadis manis tersebut diruungkannya.

Sang gadis sendiri heran, mengapa dia dibiarkan lewat begitu saja, padahal menurutnya, dia tinggal selangkah saja dengan sang preman. Dia sendiri sudah di puncak ubun-ubun rasa takutnya. Anda penasaran, mari baca bersama-sama kisahnya dalam bentuk novel singkat dan bersambung. Semoga dapat dinikmati dengan baik dan membuat penasaran pembacanya.

Saran dan kritik yang membangun kami tunggu, serta mohon tuliskan pada kolom komentar pada setiap upload-an. Sehingga penulis dapat memperbaiki dan mampu meningkatkan kualitas novel islami yang singkat bersambung ini demi mendapatkan novel islami yang baik dan dapat dinikmati oleh semua kalangan pembaca.

Terima Kasih

Wassalamu’alaikum warohmatullohi wabarokatuh

Karya: Telaga Warna

____<<<>>>____



Karakter atau Penokohan Novel: Gadis Cantik Versus Ayat Kursi

Anak Sholeh Versus Orang Tua (Part. 1)



ANAK SHOLEH VERSUS ORANG TUANYA
Assalamu’alaikum Warohmatullohi Wabarokatuh
Sebuah kisah menceritakan, bahwa ada seorang ulama yang wara’, beliau pernah bermimpi, dan di dalam mimpinya tersebut beliau melihat pemakaman yang luas. Sedangkan di pemakaman tersebut banyak orang yang sedang mengorek-ngorek tanah dan rumput serta daun-daunan yang kering di sekitar makam mereka masing-masing. Beliau mencoba mendekati mereka dan bertanya kepada salah seorang dari mereka, “Assalamu’alaikum warohatullohi wabarokatuh”. Salah satu di antara mereka yang mendengar ucapan salam tersebut yang kebetulan didekati oleh sang ulama menjawab salam sang ulama tersebut, “Wassalamu’alaikum warohmatullhoni wabarokatuh”.

“Maaf tuan, saya mau bertanya, gerangan sedang apakah anda dan mereka-mereka ini, mengapa anda dan mereka terlihat sibuk sedang mengorek-ngorek tanah atau rumput atau dedaunan kering di sekitar masing-masing makam mereka?” tanya sang ulama dengan rasa penasaran. Sedangkan orang yang ditanya tersebut kemudian menceritakan gerangan apakah kiranya yang sedang mereka lakukan seraya berkata, “Kami sedang mancari serpihan-serpihan pahala yang diberikan oleh atau didoakan oleh umat muslimin dan muslimat di dunia kepada kami yang kaum muslimin dan muslimat yang sudah meninggal dunia.”

Sang ulama terkejut dalam mimpinya tersebut, dan bergumam di dalam hatinya, namun sang alim tak bisa menyembunyikan wajah keterkejutannya tersebut dari orang yang di tanyainya. “SubhanaAllah, ternyata mereka sudah meninggal dunia, dan mereka mencari serpihan-serpihan do’a yang dimunajatkan oleh muslimin dan muslimat di dunia yang dimunajatkan secara umum yaitu untuk muslimin dan muslimat yang masih hidup ataupun sudah meninggal.” Sehingga orang tersebut bertanya kembali kepada sang ulama, “Kenapa tuan, kenapa wajah Anda pucat dan seakan Anda terkejut?”.

Sang ulama menjawab, dengan mulut ternganga dan sedikit terkejut, menjawab pertanyaan tersebut untuk menutupi keterkejutannya tersebut, “Ah tidak, mungkin aku belum istirat saja jadi wajah saya terlihat pucat, karena memang sudah beberapa hari ini saya kurang istirahat”. “Terus, apa yang dilakukan oleh anak-anak tuan atau cucu-cucu tuan, atau sanak keluarga handai tolan tuan, sehingga Anda harus mengais-ngais tanah dan rerumputan ini?” tanya sang ulama kembali kepada orang tersebut dengan rasa penasaran.

Ia pun menjelaskannya dengan pelan dan terlihat di wajahnya raut kesedihan, “Anak-anak atau cucu-cucu atau sanak family keluarga handai tolan kami telah lupa dan melupakan kami, dan benar-benar telah melupakan kami. Sering kami berkunjung di setiap Malam Jum’at dimana pada malam itu kami diizinkan untuk mengunjungi anak dan cucu serta sanak saudara dan handai tolan kami, sekedar mencuri dengar apa yang dilakukan oleh mereka, sudahkah mereka membacakan sepotong ayat yang dikhususkan untuk kami. Kami pergi ke salah satu anak tertua kami, di sana tidak ada satupun orang yang membaca sepotong ayat pun lebih-lebih yang disodaqohkan khusus kepada kami, terus kami berkunjung lagi ke anak yang lain, dan sama seperti dengan apa yang dilakukan anak tertua kami, yang ada mereka sedang asik mansyuk bercengkrama dengan handphone atau gadget atau menonton televisi. Tidak ada yang sholat, tidak ada yang mengaji, tidak ada yang mengirimkan secuilpun do’a untuk kami semua. Kami kesana dan kemari, dari sanak saudara yang satu ke sanak saudara yang lain, terus dan terus seperti itu, sampai waktu menjenguk pun habis. Pada malam-malam Jum’at selanjutnya pun sama tuan, kami sedih, kami menangis, kami merintih, sakit seperti tersayat sembilu dengan perilaku dan tingkah laku anak dan cucu kami, di sini di alam kubur ini tuan.”

Sang ulama terdiam seribu bahasa mendengarkan cerita orang tersebut, di dalam hatinya di dalam diam mereka berdua sang ulama menggerutu, “SubhanaAllah, ada ya anak seperti itu?, aku tidak menyangka ternyata anak-anak tuan ini seperti itu semua sifatnya, mereka seperti kacang lupa kulitnya, hmmm…” Sang ulama kembali bertanya kepada orang tersebut, “Kiranya apa yang telah Anda lakukan semasa Anda di dunia? Sudahkah Anda mendidik anak-anak tuan dengan benar sesuai syariat islam? Sudahkah Anda mengenalkan mereka dengan Agama, tuan? Sudahkah mereka dikenalkan dengan Allah dan Rasul-Nya? Atau sudahkah Anda menitipkan mereka dalam pendidikan-pendidikan Islam, minimal?”.

Pertanyaan-pertanyaan itu seperti petir di siang bolong bagi orang tersebut, telinganya sakit mendengar pertanyaan-pertanyaan tersebut, dia terkejut mendengar pertanyaan itu, kenapa pertanyaan itu keluar dari mulut sang ulama. Hatinya hancur, sakit, pedih, dan tersiksa, bagaimana dia bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dia jatuh tersungkur bersujud memohon ampunan kepada Allah swt. penyesalan pun menggelayut di dalam sanubari mereka, mereka salah dalam mendidik anak-anak dan cucu-cucu mereka, mereka terlalu memanjakan anak-anak dan cucu-cucunya.

Setelah bangun dari sujudnya, dia terduduk dengan tubuh yang lunglai, dan wajahnya tertunduk menatap rumput dan tanah merah di bawah kaki sang ulama, kemudian dia menengadahkan wajahnya ke langit seraya berkata, “Astagfirullahal’adhiim, Ya Allah, ampunilah dosa-dosaku karena aku tidak mendidik anak-anakku dengan pendidikan islam, aku tidak mengenalkan Engkau kepada mereka, tidak mengenalkan Rosul-Mu kepada mereka, dan tidak menitipkan mereka kepada lembaga-lembaga pendidikan Islam.” Rintihan permohonan ampun kepada Allah swt tersebut telah menjawab pertanyaan-pertanyaan sang ulama, namun dia melanjutkan ucapannya, “Ia tuan, saya tidak mendidik mereka dengan Agama Islam, saya tidak mengenalkan mereka dengan Allah dan Rosul-Nya, dan tidak pernah menitipkan mereka kepada pendidikan-pendidikan Islam, mereka kami manja dengan harta benda yang aku miliki, usaha saya sukses dunia dan kami menjadi hartawan, tapi bukan dermawan, usaha saya suskses tapi bukan penyantun fakir miskin dan yatim piatu. Kami lupa dengan hingar binger duniawi tuan. Anak-anak kami manjakan, hampir setiap hari kami pergi ke Mall, kami biarkan mata anak-anak kami tertuju pada gadget atau handphone atau tablet. Kami membiarkan mereka bersenang-senang, berhura-hura, shoping, dan lain sebagai. Kami telah melupakan Islam pada saat dan waktu itu, kami terlena oleh duniawi, kami lalai dengan jebakan harta, kami lupa akibat harta yang telah menutupi mata dan mata batin kami.”

Demikianlah rintih orang tua tersebut, dengan kata-kata yang tertatih, terputus-putus menjelaskan semuanya. Namun, tetap saja penyesalan mereka tidak dapat diubah, di dalam benak mereka berkata, “Seandainya waktu dapat diputar kembali, maka aku akan mendidik anak-anakku dan cucu-cucuku dengan Pendidikan Islam, akan aku perkenalkan mereka dengan Allah dan Rasul-Nya, akan aku titipkan mereka di pondok-pondok pesantren tempat pendidikan islam.” Penyesalan tinggal penyesalan, waktu tidak dapat diputar kembali, nasi sudah menjadi bubur, namun bagaimana caranya agar bubur tersebut dapat dinikmati dengan sebaik-baiknya, berikan dia kuah, serpihan-serpihan daging ayam, bumbu penyedap dan lain sebagainya.

Karena waktu tidak dapat diputar kembali, karena bubur tidak dapat kembali menjadi beras atau nasi, menyesalpun tiada berguna, namun bagaimana caranya agar anak-anak dan cucu-cucu mereka kembali ke jalan Allah, sehingga dapat mendo’akan kedua orang tuanya yang sudah tiada, maka jalan yang terbaik adalah memohon kepada Yang Maha Kuasa, agar Allah memberikan hidayah-Nya kepada anak cucu mereka. Hanya dengan demikian waktu yang sudah tidak dapat diputar kembali atau nasi yang sudah menjadi bubur dapat dinikmati oleh semua orang.
____<<<>>>____