DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"

DUITKU "Solusi Transaksi Online Anda"
Aplikasi PPOB Melayani Pembelian Pulsa, Paket Internet, Token Listrik, Voucher Game, Pembayaran Listrik, E-Money, E-Wallet, dan lain-lain

Rabu, 25 Maret 2020

Pidato Bahasa Indonesia dengan Tema: Berbakti Kepada Kedua Orang Tua


Assalamualaikum wr.wb.
Alhamdulillahi robbil ‘alamin wabihi nasta’inu wa’ala umurriddunya waddin washolatu wassalamu ‘ala ashrofil ambiyai walmursalin wa’ala alihi washobihi ajma’in. Amma ba’du
Puji syukur marilah kita panjatkan ke hadirat Ilahi Robbi, yang telah melimpahkan ribuan nikmat, seperti nikmat iman, islam, ihsan, nikmat sehat walafiat, nikmat panjang umur serta masih banyak lagi nikmat-nikmat lain yang telah ALLAH berikan kepada kita semua, sehingga kita bisa berkeumpul pada saat ini di tempat yang insya Allah duimuliakan oleh Allah SWT.
Shalawat beserta salam marilah kita curahlimpahkan kepada junjungan alam, manusia sempurna, manusia yang abadi namanya, habibina, wasyafi’ina, wamaulana Muhammad SAW, yang telah membawa umatnya dari jaman jahilia menuju jaman Islamiyah, dari jaman kebodohan menuju jamn kepintaran.
Dewan juri yang kami hormati dan teman-temanku yang insya Allah selalu dalam rahmat Allah SWT,
Berbakti kepada Kedua Orangtua adalah kewajiban kita sebagai anak, kita sebagai seorang muslim, wajib berbakti kepada ibu-bapak kita, sebagaimana yang difirmankan oleh Allah SWT dalam Al-Quran surat An-Nisa ayat 36: Yang berbunyi:
وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا ۖ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
Wa budullaha wala tusyriku bihi syaiawwabil walidaini
Artinya: “Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. dan berbuat baiklah kepada kedua orangtua”.
Dewan juri serta teman-teman yang insyaAllah dirahmati oleh Allah SWT,
Ayat yang saya bacakan tadi meemrintahkan serta menjelaskan agar kita senantiasa menyembah Allah, Tuhan semesta alam, dan selalu berbuat baik kepada kedua orangtua kita. Coba kita hitung jasa kedua orangtua kita, tentu tidak akan mampu kita untuk menghitungnya dan juga tidak amampu untuk membalalsnya, karena jasa mereka sangat besar saking besarnya jawa kdua orang tua kita, sehingga kita tidak dapat menghitungnya.
Coba perhatikan dan amati, saat ibu kita hamil, mengandung kita selama Sembilan bulan Sembilan hari, ibu kita menjaga kita dengan baik, ibu kita selalu dalam kepayahan karena mengandung kita, sementara ayah kita bekerja siang dan malam untuk persiapan kelahiran kita.
Begitu pula saat kita lahir, mereka berdua pun mencurahkan segala perhatian dan kasih saying mereka kepada anak-anaknya. Bahkan sampai sekarang, sampai kita sudah besar dan dewasa, kasih sayang mereka tidak pernah terputus. Subhanallah, betapa mulia jasa kedua orangtua kita!
Alkisah, suatu hari, seorang sahabat bertanya kepada baginda Rasul saw, “Wahai Rasulullah, Siapakah orang yang patut memperoleh penghormatan terbaik dariku,?” “Ibumu”, jawab Rasulullah singkat. “Lalu siapa lagi wahai Rasulullah?”, sahabat itu kembali bertanya. “Ibumu, Rasulullah tetap memberi jawaban yang sama. “Lalu siapa Rasulullah ?” sahabat itu terus bertanya dengan rasa penasaran. “Ibumu, lagi-lagi baginda Rosul memberi jawaban yang sama sampai ketiga kaliny. “Lalu siapa wahai Rasulullah?” Tanya Sahabat untuk yang keempat kalinya. Baru Rasulullah menjawab dengan jawaban “Ayahmu.
Subhanallah, betapa mulianya sosok seorang ibu, oleh karena itu, barangsiapa yang durhaka kepada kedua orangtuanya, niscaya Allah akan menurunkan siksa dan neraka sebagai balasannya kepada anak-anak yang durhaka kepada kedua orang tuanya. Sebagai anak yang shaleh sholehah, marilah kita selalu berbakti kepada kedua orangtua kita dan senantiasa berdoa untuk keduanya:
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِى وَلِوَ الِدَىَّ وَارْ حَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَا نِى صَغِيْرًا
Allahummaghfirli zunubi waliwalidaiia warhamhuma kama rabbayani shogiro.
Artinya: “Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka telah menyayangiku di kala aku masih kecil.”
Dewan juri dan teman-teman yang selalu dirahmati oleh Allah swt, demikian yang dapat saya sampaikan tentang berbakti kepada kedua orang tua. Semoga apa yang saya sampaikan ini dapat bermanfaat bagi diri saya khususnya, dan umumnya bagi kita semua.
Mohon maaf apabila ada kata-kata yang kurang berkenan pada hati teman-teman serta hadirin, akhir kata kurang lebihnya mohon maaf. Jangan lihat siapa berbicara, namun lihatlah apa yang ia sampaikan, billahi taufik wal hidayah, wa rido walinayah..

Wassalamualaikum warohmatullohin wabarokatuh.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar